Pelayanan
Kesehatan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kemajuan
teknologi sangat memberikan dampak bagi masayarakat diseluruh dunia. Penggunaan
yang efektif dan praktis menjadi pilihan utama masayarakat untuk memulai
menerapkan pekerjaan atau kegiatan berbasis teknologi. Terutama dinegara-negara
maju seperti Amerika yang telah memulai menggunakan teknologi informasi sebagai
fasilitas primer mereka. Penggunaan teknologi ini sudah mulai mereka terapkan
sejak era tahun 60-an. Bahkan para ahli pernah menuturkan penggunaan teknologi
sudah dimulai jauh sebelum tahun 60-an. Kemajuan teknologi ini membuka peluang
bagi para pengusaha dan pebisnis untuk mengembangkan inovasi melalui
perkembangan teknologi. Oleh karena itu, dampak kemajuan teknologi informasi
dapat memberikan ketergantungan masyarakat terhadap informasi.
Begitu
juga dibidang kesehatan, masyarakat dinegara maju memanfaatkan teknologi
informasi sebagai dokter online. Mereka dapat mencari informasi tentang
berbagai macam penyakit baik melalui email maupun formulir-formulir yang telah
disediakan oleh pihak E-Medicine. Lain halnya dengan masyarakat dinegara
berkembang salah satunya di Indonesia yang sangat jarang menggunakan sistem
pengobatan jarak jauh E-Medicine. Selain karena tingkat ekonomi masyarakat yang
rendah, kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan internet sistem E-Medicine
masih sangat kurang. Pada umumnya, mereka mengharapkan sistem E-Medicine dengan
penggunaan teknologi yang didukung oleh biaya yang tidak mahal, kemudahan dalam
penggunan serta informasi kesehatan yang luas dan terbuka dalam pencarian data
penyakit.
Sistem informasi
memainkan peran penting terhadap pelaksanaan sistem pelayanan kesehatan
terutama penggunaan komputer. Secara teori sistem pelayanan kesehatan tidak
menggunakan sistem informasi berbasis komputer. Namun, banyak kasus kompleks
yang sering kita temukan dimana pananganannya tidak lepas dari peran komputer.
Hal ini bertujuan untuk menghasilkan informasi medis yang akurat dan efektif
dalam menangani suatu kasus kompleks. Sistem pelayanan kesehatan dinegara maju
diawali dengan pelayanan offline dan dilanjutkan pelayanan online. Penerapan
pelayanan kesehatan online dengan diawali pencarian data-data medis dari situs
yang telah disediakan dan pencariannya masih dalam lingkup sendiri dan bekerjasama
dengan beberapa dokter spesialis atau tidak terbuka dengan masyarakat umum yang
juga ingin mencari informasi tentang penyakit. Pada tahun 80-an dimulailah
sistem informasi kesehatan terintregasi. Artinya, semua masyarakat dunis dapat
mengakses informasi melalui internet tentang sistem pengobatan yang sudah
bekerja sama dengan ruma sakit. Aplikasi E-Medicine dapat diklasifikasikan sebagai
(1). Kesehatan dan
pengobatan seumur hidup,
(2). Informasi
kesehatan perorangan,
(3). Konsultasi
jarak jauh,
(4). Pemeriksaan
kesehatan secara rutin.Teknologi dan metode yang baru akan selalu di kembangkan
dan di release agar menjadi model E-Medicine yang potensial
Penerapan
E-Medicine sangat menguntungkan dalam menginformasi kesehatan jarak jauh,
social dan kultur, hal tersebut dikarenakan dapat menghemat tenaga dan waktu.
Supono, A. Riza. "Penerapan Teknologi Informasi Pada Dunia
Kedokteran: Peluang dan Hambatan Penerapan Pengobatan Jarak Jauh Berbasis
Internet di Negara Berkembang." Bandung:
Informatika (2006).
DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar